A. Penyebab kerusakan (patah)
Patah dapat disebabkan gaya luar secara spontan. Dalam banyak kasus, patah disebabkan oleh kelelahan pada area dimana stress lebih besar dari batas kelelahan dan terjadi dalam waktu yang lama. Pada sebuah shaft patah akibat fatigue banyak terjadi pada bagian takikan (notch), seperti : groove, spline, dll.
B. Kondisi saat patah terjadi
Untuk mata yang terlatih bentuk fracture akan menceritakan sejarah terjadinya patah tersebut. Pengamatan yang hati-hati terhadap bentuk patahan akan menjelaskan banyak faktor berguna, seperti patah ini karena fatigue rupture atau forced rupture, titik mula patah, arah main stress, besar stress, dll.
C. Mengamankan barang yang patah
Adalah sangat penting mengamankan barang yang rusak/patah. Juga penting mengambil foto atau sketsa kondisi yang terkait dengan komponen tersebut, sehingga dapat diteliti. Part yang rusak sangat penting sebagai bukti yang dapat memberikan informasi berguna bagi modifikasi desain kedepannya atau quality improvement. Jangan dibuang setelah diganti dengan yang baru.
D. Investigasi part yang rusak
Ingat bahwa bentuk patahan/kerusakan bercerita banyak. Pertama, deformasi dari bentuk aslinya harus diteliti. Kedua jika patah menjadi beberapa bagian, apakah deformasi terjadi atau tidak dapat diteliti dengan menyesuaikan permukaan yang patah.
E.Prosedure analisa fracture
1. Lakukan pengetesan (color check, magnaflux) untuk mengecek adakah retakan yang lain.
2. Bersihkan patahan dan daerah sekitar patahan dengan larutan triclene atau aceton. Hati-hati jangan sampai membuat kerusakan tambahan.
3. Observasi fractue dan periksa :
a. Apakah patahan merupakan fatigue fracture atau forced fracture
b. Nucleus of fracture
c. Arah main stress
d. Sudut patahan
e. Apakah sekitar patahan terjadi deformasi
f. Apakah ada korosi, denting(dekok), seizure, dsb disekitar patahan
E. Prosedure analisa fracture
g. Gabungkan hasil pengecekan dengan magnaflux dengan hasil pengecekan patahan secara visual.
h. Gunakan kaca pembesar untuk observasi yang lebih mendetail.
i. Jika crack tidak terlihat karena part belum patah, potong disekeliling retakan sehingga seluruh retakan dapat terlihat.
j. Periksa part sejenis dari tanda-tanda kerusakan yang sama.
“Penyebab dan sejarah terjadinya rupture ditunjukkan pada permukaan yang patah. Tampilan permukaan yang patah (fracture) ditentukan oleh :
1. Bidang geser dan deformasi plastis, menceritakan apakah rupture tersebut disebabkan oleh gaya yang tiba-tiba atau kelelahan bahan.
2. Bentuk garis ombak (beach mark), menunjukkan bentuk dan besarnya tegangan (stress), juga kekerasan material.
3. Posisi, jumlah dan bentuk stress nuclei beach mark dan lokasi dari final zone, menentukan tipe stress, arah stress, rupture starting point dan besarnya stress raiser. Stress raiser adalah nama umum untuk menyebut faktor penyebab konsentrasi stress, contoh : groove, pitting di fillet radius, permukaan yang kurang dihaluskan.
